Citizen Journalist

Petani Milenial Pilih POC Buatan Sendiri Ketimbang Pupuk Kimia, Modal Rp 60 Ribu Per Hektare Bisa Panen 7,1 Ton

SANTOSO
  • Rabu, 5 Juni 2024 | 09:19
Seorang petani saat menyemprot POC organik. (Angga/Sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO - Terbatasnya alokasi pupuk kimia bersubsidi dan mahalnya harga pupuk kimia non subsidi membuat Azwar Rahmad petani milenial di Trenggalek banting setir menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) buatan sendiri. Selain lebih murah serta ramah lingkungan, hasil panen pupuk cair itu juga tak kalah dibandingkan penggunaan pupuk kimia pada umumnya.

Baca Juga: Bantu Alat Rotary ke Poktan Makmur Desa Payaman, Mas Bup: Harapkan Produktivitas Pertanian Meningkat

Azwar, begitu dia akrab disapa menjadi satu dari ratusan hingga ribuan petani di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek yang memilih menggunakan pupuk cair organik buatan sendiri. Selain harga yang melambung, jangka panjang yang ditimbulkan membuat salah satu petani milenial itu berangsur-angsur meninggalkan penggunaan pupuk kimia. 

“Sebagaimana kami ketahui bersama, soal alokasi subsidi yang terbatas hingga mahalnya pupuk non subsidi. Kondisi itu membuat para petani di sini berinovasi untuk membuat POC yang ramah lingkungan,” kata Azwar, Senin (3/6/2024). 

Peliknya kondisi itu ditambah hantaman badai pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu membuatnya harus memutar otak. Hingga akhirnya, di bawah naungan Gapoktan Sedono Makmur dengan pendampingan dari petugas penyuluh pertanian, ia bersama beberapa teman satu seprofesi berinovasi hingga lahirlah POC itu. 

Baca Juga: Calvin Verdonk Resmi Jadi WNI dan Pegang KTP, Bisa Langsung Perkuat Timnas Indonesia?, Satu Pintu Lagi Harus Dilalui

“Kurang lebih empat sampai lima tahun inovasi ini terlahir. Saat ini hampir semua petani beralih menggunakan POC ini. Namun ada sebagian pula yang menyesuaikan, mencampur organik dengan kimia,” imbuhnya. 

Riset panjang dilalui kelompok itu sebelum akhirnya dapat menggunakan POC itu secara masif, meskipun saat ini POC itu belum dibakukan serta dikomersialkan karena terkendala syarat prasyaratnya yang banyak.

Meskipun begitu, pihaknya terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin belajar maupun mendapatkan pupuk itu secara gratis.

Baca Juga: Trenggalek Tuan Rumah HUT ke-24 APKASI, Mas Ipin: Masyarakat Diminta Manfaatkan Peluang Ekonomi

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

Berita Lainnya