Kriminal

Dugaan Korupsi Pengadaan Barang Jasa RSUD Pare, Direktur PT Baliwong Indonesia Ditahan Kejari

SANTOSO
  • Selasa, 14 November 2023 | 21:21
Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang jasa kebersihan saat keluar dari Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri. (rizky/memo)

Kediri, SEJAHTERA.CO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri menahan Direktur PT Baliwong Indonesia berinisial HE (65) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengadaan barang jasa kebersihan RSUD Pare Kabupaten Kediri tahun anggaran 2018 hingga 2020.

Baca Juga: Sedot Anggaran Rp 1,1 Miliar, Telaga Ngebel Ponorogo Dilengkapi Tribun

Tersangka HE ditahan di rutan kelas I Surabaya pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selama 20, Selasa (14/11/2023) hingga Minggu (3/12/2023).

HE sebagai Direktur PT Baliwong Indonesia itu keluar dari Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri dengan memakai rompi tahanan dimasukkan ke dalam mobil dan didampingi oleh polisi menuju Rutan Kelas I Surabaya pukul 16.15 WIB.

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Warga Kelurahan Sentul Kota Blitar Mandi Sekali Sehari

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Iwan Nuzuardhi mengatakan, penyidik dari tim seksi pidana khusus telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Direktur PT Baliwong Indonesia mulai pukul 10.00 WIB. Dalam pemeriksaan kesehatan, tim medis menyatakan bisa dilakukan penahanan terhadap tersangka 

"Direktur PT Baliwong Indonesia ini diduga melakukan tindak pidana korupsi tahun anggaran 2018-2020 dalam kegiatan pengadaan jasa kebersihan di RSUD Pare Kabupaten Kediri," katanya.

Baca Juga: Pj Wali Kota Kediri Buka Talkshow Edukasi Keuangan Inklusif, Dorong Peningkatan Literasi Keuangan pada Kelompok Rentan

Sementara Kasi Pidsus, Yuda Virdana Putra menyampaikan, HE telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi tersebut sejak Minggu (1/9/2023).

Sedangkan, modus operandi yang dilakukan tersangka berlangsung dalam kurun waktu 2018-2020. Saat itu RSUD Pare melakukan pengadaan jasa kebersihan yang dilaksanakan oleh PT Baliwong Indonesia dengan anggaran dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar Rp 5,5 miliar.

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

Berita Lainnya