Pemerintahan

Dilema Penyandang Disabilitas Mental di Bilik Suara

SEJAHTERA
  • Senin, 10 Juni 2024 | 11:27
Pengidap disabilitas mental atau ODGJ RSBL Kabupaten Kediri menyampaikan hak suara mereka dibantu pendamping dan petugas TPS. (dok RSBL)

Kediri, SEJAHTERA.CO - Sederet problematika dialami penyandang disabilitas mental atau ODGJ ketika diberi hak pilih pada Pemilu/Pilpres. Banyak ODGJ yang tak memenuhi syarat untuk memilih.  Mereka juga tak tersentuh sosialisasi.

Terik matahari begitu menyengat di atas kepala, ketika mobil ambulans berwarna abu-abu memasuki halaman Sekolah Dasar (SD) Butuh 2, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri pada Rabu, 14 Februari 2024. Mobil minibus berplat merah menyusul di belakangnya, parkir di samping ambulans.

Nurullah Putra yang duduk di samping sopir mobil ambulans bergegas membuka pintu dan turun. Belasan orang yang turun dari 2 mobil itu berkerumun. “Langsung menuju ke sana ya,” kata Putra, sembari menunjuk ke arah sejumlah ruang kelas yang disulap menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Putra bersama orang-orang yang dikawalnya berduyun-duyun menuju ke TPS. Mereka menyerahkan surat undangan pemilih pada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan suara (KPPS).

Sembari menunggu waktu mencoblos, beberapa dari mereka langsung duduk tertib di bangku sekolah yang ditata rapi di depan kelas. Sebagian berdiri mengamati foto-foto calon legislatif di papan sembari berbincang dengan Putra yang mengenakan rompi biru. 

Sesekali, tangan Putra menunjuk ke arah bilik suara serta kotak suara-kota berlogo KPU. “Kami memberitahu tata caranya, untuk yang mereka pilih, kami bebaskan milih apa dan siapa,” ujar Putra.

Nurullah Putra adalah pekerja sosial UPT RSBL Dinsos Jatim yang ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Binar Laras (UPT RSBL) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Siang itu, dia mengawal 15 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menggunakan hak pilihnya di TPS Butuh.

Putra dibantu Nur Mujiwahono, Kepala Seksi Pelayanan Sosial. Ketika ODGJ menggunakan haknya, Nur ikut mengawal hingga bilik suara. Namun, saat di bilik suara, dia tetap menjaga jarak. Sehingga, tiap ODGJ leluasa menggunakan hak suara.

Sebagian ODGJ ini bisa menggunakan hak suaranya dengan baik.  Namun, ada juga yang salah menggunakan hak pilih. “Ya, ada yang coblos di luar kotak foto calon presiden dan wakilnya,” tukas Putra, sembari tersenyum.

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Lainnya