Pemerintahan

1.508 Pasutri Ajukan Cerai, Humas Pengadilan Agama Kelas IA Blitar: Dominasi Usia Produktif, Faktor Utama Ekonomi

SANTOSO
  • Selasa, 11 Juni 2024 | 20:07
ilustrasi (Pixabay)

Blitar, SEJAHTERA.CO - Jumlah pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri biduk rumah tangganya ternyata cukup banyak. Ironisnya, mayoritas yang mendatangi Pengadilan Agama (PA) adalah pasangan usia produktif alias usia di bawah 30 tahun.

Baca Juga: Jadi Narasumber Diskusi Panel Kewirausahaan, Pj Wali Kota Kediri Sampaikan Tantangan dan Harapan Adanya Bandara Dhaha

Berdasarkan data di PA Kelas IA Blitar, selama lima bulan mulai Januari hingga Mei 2024, ada pengajuan cerai  1.508 pasangan. Mereka berasal dari pasangan Kota Blitar dan Kabupaten Blitar.

"Penyebab mengajukan cerai karena faktor ekonomi. Prosentasenya 80 persen," kata Plt Humas Pengadilan Agama kelas IA Blitar, Ahmad Syaukani, Selasa (11/6).

Dia mengatakan persoalan ekonomi menempati urutan pertama pemicunya berbagai hal. Seperti si suami yang tak menafkahi hingga paling parah tak ada kabar selama bertahun-tahun. Akhirnya si istri mengajukan cerai.

Baca Juga: Pelatihan Bahasa Isyarat, Pemerintah Kota Kediri Tiadakan Diskriminasi Pelayanan Difabel

Selain faktor ekonomi, ada pula suami yang suka mabuk, gemar judi, kekerasan dalam rumah tangga hingga ada pihak ketiga di dalam rumah tangga. "Banyak faktor penyebabnya," katanya.

Dia menjelaskan ribuan pengajuan cerai itu terdiri dua jenis atau kategori. Yakni 264 cerai talak yang berasal dari suami dan 858 cerai gugat dari istri.  Sementara 386 pengajuan sisanya urung masuk persidangan maupun tidak dikabulkan oleh hakim.

Baca Juga: Mobilitas Hewan Kurban Diawasi, Pj Wali Kota Batu: Layak Konsumsi Diberi Label

"Kami berusaha keras untuk menekan perceraian. Bahkan  Mahkamah Agung sudah mewanti-wanti untuk mempersulit masalah perceraian," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

Berita Lainnya